Kamis, 14 Januari 2021

Peran Pemerintah Dalam Menerapkan Kebijakan Moneter Sebagai Penyelamat Pemulihan Ekonomi Nasional Serta Majunya Perekonomian Syariah Dikala Pandemi Covid-19

 



Oleh : Sintia Delvianti 

 

Perekonomian Indonesia pada awal tahun 2020 tepatnya di bulan maret mengalami penurunan persentase pendapatan secara signifikan sejak  adanya Coronavirus Disease 2019 (covid 19) telah memasuki negara indonesia pada awal bulan tersebut. Virus yang awal mulanya berasal dari ibu dan anaknya yang selepas melakukan perjalanan keluar kota namun ia tepapar virus tersebut, lalu ditularkan lagi ke pembantu nya hingga menyebar secara perlahan virus tersebut di tiap kawasan daerah indonesia dari sabang sampai merauke, yang mana kini penyebaran nya cukup merata dengan adanya angka penambahan virus tersebut terutama di daerah pulau jawa seperti DKI Jakarta , Jawa Barat , Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan jumlah angka kumulatif virus aktif perharinya mencapai 1000an kasus.

Bicara sektor perekonomian memanglah hal yang sepatutnya menjadi sorotan utama oleh pemerintah dimasa pandemi. Apalagi seiring dengan bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi covid 19, yang membuat pemerintah mengambil ahli membuat kebijakan yang serius guna untuk memperkecil penyebaran virus dengan menerapkan PSBB (Pembatasan sosial berskala besar) ditiap daerah. Maka dari itu, semenjak berlakunya PSBB ini , banyak sekali di berbagai sektor perekonomian mulai perlahan terhenti hingga melesu. Dimulai dari adanya pembatasan kegiatan jual beli yang membuat pendapatan usaha umkm menurun secara signifikan, lalu pendapatan di pariwisata yang menurun dikarenakan beberapa wisata terpaksa di tutup guna untuk mencegah melebarnya penyebaran virus covid-19  hingga terjadinya PHK (Pemberhentian Hak Kerja) Massal diperusahaan perusahaan besar yang mengalami penurunan hingga failed.

Selain menerapkan kebijakan dengan perbatasan sosial pemerintah juga diharuskan untuk bersigap cepat dalam membuat kebijakan disektor ekonomi guna mencegah terhentinya aktivitas ekonomi di masyarakat pada saat pandemi, apalagi kini pendapatan ekonomi masyarakat mulai menurun sejak berlakunya PSBB tersebut. Salah satu peran pemerintah yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan aktivitas ekonomi umat ialah dengan menerapkan kebijakan moneter. Bersama Bank Indonesia , bank sentral yang paling banyak mengambil peran dalam menentukan kebijakan moneter.



 Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,50%. Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya untuk mendukung pemulihan ekonomi. Bank Indonesia memperkuat sinergi kebijakan dan mendukung berbagai kebijakan lanjutan untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional, melalui pembukaan sektor-sektor ekonomi produktif dan aman Covid-19, akselerasi stimulus fiskal, penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran, melanjutkan stimulus moneter dan makroprudensial, serta mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan.

Di samping kebijakan tersebut, Bank Indonesia menempuh pula langkah-langkah sebagai berikut:

1.Melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar.

2.Memperkuat strategi operasi moneter untuk mendukung stance kebijakan moneter akomodatif.

3.Memperkuat kebijakan makro prudensial akomodatif untuk mendorong peningkatan kredit/pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di tengah terjaganya ketahanan sistem keuangan.

4.Mendorong penurunan suku bunga kredit melalui pengawasan dan komunikasi publik atas transparansi suku bunga perbankan dengan koordinasi bersama OJK.

5.Memperkuat pendalaman pasar uang melalui perluasan underlying DNDF guna meningkatkan likuiditas dan penguatan JISDOR sebagai acuan dalam mekanisme penentuan nilai tukar di pasar valas.

6.Memperkuat koordinasi pengawasan perbankan secara terpadu antara Bank Indonesia, OJK dan LPS dalam rangka mendukung stabilitas sistem keuangan.

Mempercepat transformasi digital dan sinergi untuk memperkuat momentum pemulihan ekonomi melalui penguatan kebijakan sistem pembayaran dan percepatan implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025.

Memperpanjang kebijakan Merchant Discount Rate QRIS sebesar 0 persen untuk merchant Usaha Mikro sampai dengan 31 Maret 2021.

7.Memperkuat dan memperluas implementasi elektronifikasi dan digitalisasi, baik di pusat maupun di daerah, bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah serta otoritas terkait melalui pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.

8.Mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi serta kolaborasi perbankan dengan fintech melalui percepatan implementasi Sandbox 2.0, antara lain meliputi regulatory sandbox, industrial test, innovation lab dan start up.

 

        Dengan ini tentu kita sangat berharap kedepannya, Bank Indonesia terus mengarahkan seluruh instrumen kebijakannya untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, dengan tetap menjaga terkendalinya inflasi dan memelihara stabilitas nilai tukar Rupiah, serta mendukung stabilitas sistem keuangan. Koordinasi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat juga untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional untuk mengatasi permasalahan sisi permintaan dan penawaran dalam penyaluran kredit/pembiayaan dari perbankan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.



Dilihat sisi Ekonomi Syariah dalam menanggapi kebijakan pemerintah bersama Bank Indonesia di sektor keuangan dan perbankan pada point ke empat yaitu "Mendorong penurunan suku bunga kredit melalui pengawasan dan komunikasi publik atas transparansi suku bunga perbankan dengan koordinasi bersama OJK." Tentu di point tersebut sangatlah membantu sekali khususnya para umkm yang melakukan peminjaman dana di perbankan syariah . Apalagi menurut  kementerian keuangan Ibu Srimulyani lalu ketika bicara tentang Ekonomi Syariah beliau mengatakan bahwa aset sektor keuangan dan perbankan syariah dikala pandemi terus meningkat dikala perbankan nasional (konvesional) yang sedang terdampak. Menurutnya aset perbankan syariah hingga september 2020 tumbuh sebesar 10,97 % sedangkan perbankan konvesional tumbuh 7,77 % . Lalu menurutnya penyaluran pembiayaan atau kredit perbankan syariah juga tumbuh 9,42%. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit di perbankan konvesional yang terdampak pandemi dengan angka penurunan atau hanya tumbuh 0,55 %.

Selain itu menurut menteri keuangan sri mulyani mengatakan bahwa " Keuangan syariah kini berkembang cukup mengesankan" dengan total aset keuangan syariah RI sejak didirikan pada tahun 1992 hingga september 2020 lalu telah mencapai Rp.1.710,16 Trilliun. Artinya bahwa industri terutama perbankan syariah memang memiliki posisi yang cukup stabil dan memiliki loyalitas dari keseluruhan ekosistemnya. Kinerja perbankan syariah yang baik ini tentu merupakan salah satu jembatan sekaligus modal untuk mengembangkan perekonomian syariah khusunya di perbankan dan keuangan syariah. Maka dari itu merupakan awal bagi kita untuk terus memajukan serta memajukan sebuah ekosistem syariah dan keuangan syariah yang berkualitas baik.

Maka Kebijakan moneter ini memanglah berpengaruh dalam menekan laju inflasi serta dapat mencapai kestabilan perekonomian, namun hal yang lebih nyata pada saat ini pemerintah dan seperangkat kebijakannya sudah dengan sangat cepat dalam menanggapi dampak-dampak yang timbul akibat pandemic Covid-19 yang telah merusak perekonomian global dengan stimulus- stimulus kebijakan yang telah disusun demi melawan pandemic. Dari sudut pandang syariah, kebijakan yang diambil oleh pemerintah sudah memiliki tujuan yang sangat baik, yaitu pemenuhan kebutuhan rakyat sudah adil dan mashlahah. Karena didalam Konsep Ekonomi Syariah untuk mencapai kemashalahatan umat merupakan salah satu menjadi tujuan utama yang diterapkan dalam sistem Ekonomi Syariah, Dan pada intinya kebijakan yang dilakukan pemerintah secara konseptual dan dilihat dari sisi syariah sudah sangat baik dan menjunjung tinggi kesejahteraan rakyat.

Kamis, 03 Desember 2020

Pasar Dan Peran Perbankan Untuk Memperkuat UMKM Sebagai Penggerak Pemulihan Ekonomi Nasional



By. Sintia Delvianti



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...


Haii semuanya........ Kali ini aku comeback lagi nih dengan membawa cerita menarik untuk kita baca barangkali ya hehe. Silahkan dibaca ya coret-coretan keciku ini hehe.Semoga bermanfaat.

Happy Reading :)


      Fundamental perekonomian Indonesia selama masih ini belum cukup kokoh ditambah lagi krisis saat ini masih berlarut akibat pandemi Covid-19 yang membuatnya semakin terpuruk. Itu merupakan hal wajar, namun pemerintah serta perbankan pun saat ini terus ikut mendorong untuk memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab, sektor ini terbukti mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi, terutama krisis ekonomi. UMKM itu melibatkan 3 hal, yakni pasar, negara dan rakyat. Ketiganya tidak bisa dipisahkan melainkan harus adanya kolaborasi.

    Ketika itu saya mengunjungi salah satu pasar tradisional yang berada di Provinsi Jambi tepatnya di salah satu pasar yang ada di Kota Jambi. Dimana saya disini bertemu serta berbincang bincang dengan salah satu pedagang di pasar. Salah satunya saya menyoroti pedagang sayur mayur yang bernama Ibu Sofi. Dimana Ibu Sofi ini  merupakan salah satu pedagang sayur mayur yang telah lama berjualan disini. Ia mulai membuka lapaknya pada pukul 04.00. Dimana pagi itu ia langsung menyiapkan dagangannya sambil menunggu ibu ibu dari kalangan untuk berbelanja kebutuhan memasak sehari-hari. Hidup di keluarga yang sederhana, yang mana ibu sofi ini memiliki suami dan 3 orang anaknya yang kini masih berada di bangku sekolah.  Suaminya bekerja sebagai tukang ojek di pasar tersebut. Maka dari itu ibu Sofi  memutuskan untuk ikut membantu suaminya mencari nafkah melalui berdagang sayur mayur dipasar demi mengcukupi kebutuhan keluarganya.

       Pada awal tahun, keadaan indonesia tidak sedang baik-baik saja .Wabah covid-19 dari China telah mulai memasuki Indonesia secara perlahan lahan kala itu. Hal ini membuat perkembangan dibeberapa sektor perekonomian Indonesia menurun pesat apalagi sejak diadakan nya PSBB. hampir seluruh wilayah Indonesia demi mencegah penambahan angka penularan Covid-19 di Indonesia.  Hal ini justru berdampak pada sektor UMKM termasuk usaha ibu Sofi sendiri. Karena selama pendemi ini, ternyata pendapatannya menurun drastis dari biasanya. Namun Alhamdulillah ada salah satu perbankan di Indonesia turut membantu para pelaku UMKM guna untuk membangkitkan usahanya dari keterpurukan. Program tersebut adalah Program BLT (Bantuan Langsung Tunai) untuk pelaku UMKM sebagai bantuan modal usaha sebesar 2.4 juta dari pemerintah yang berkolaborasi dengan PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Dengan bantuan tersebut membuat peran perbankan sangat terlihat kepeduliannya kepada masyarakat dan perkembangan ekonomi nasional.

Semoga wabah ini cepat berlalu dan juga perekonomian indonesia juga semoga cepat kembali pulih untuk lebih baik lagi kedepannya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin....

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jumat, 23 Oktober 2020

Sesungguhnya Allah Bersama Orang - Orang Yang Sabar




By.Sintia Delvianti


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraakatuh

Hai semuanya , hehe udah lama ya tidak menulis efek lagi sibuk sih, hehe oke yap kali ini saya meluangkan waktu untuk menulis lagi ya. Silahkan dibaca semoga bermanfaat untuk saya maupun kalian yang sedang membaca. Check it out 


(Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al Baqoroh:153).

Sabar...

Ya mungkin itulah yang kini bisa saya lakukan. Dari sekian banyak godaan yang datang, dan saya memilih untuk sabar saja . Sekali lagi saya katakan "l'm not perfect person" dan saya pernah membuat pepatah seperti ini :

“Allah Maha Adil. Terkadang kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki semua orang, namun terkadang kita memiliki kekurangan yang tidak dapat kita miliki seperti orang lain. Jangan mengeluh dan bersabarlah. Karena Allah punya rencana terbaik untukmu nanti” . 

Terkadang kita punya kelebihan dan terkadang kita punya kekurangan.

 That's right, yeah the human nothing perfect person


Sabar, kalimat itu terus yang bisa saya ucapkan dalam hati dan masih bisa bersabar yang sampai saat ini orang-orang masih menanyakan perihal status saya. People say : "Sintia kamu ini kan gini gitu udah gini gitu , masa nggak mau gini gitu.nggak bosen sendiri? (sambil ketawa si penanya nya)" Begitulah celoteh netijen yang sering saya hadapi.dan hanya bersabar lah yang bisa saya andalkan. Terkadang setiap orang punya cerita dan ada alasan tertentu mengapa membuat keputusan seperti itu. Hehe apakah kamu termasuk juga? We same.  Waktu SMA, aku orangnya super sibuk sekali dan dikenal banyak orang, dan juga masih mendapatkan perihal dengan pertanyaan yang sama mengenai status juga . Dan disini aku dulunya sekedar suka aja gitu sama seseorang, tapi apalah daya diriku orangnya suka dipendam saja. Dan ketika itu waktu yang menyakitkan sih karena orang yang disuka itu udah ada yang punya (huhu sedih banget nggak sih) but kita tidak boleh terlalu berharap sama manusia ya. 



Seiring bertambahnya waktu, step by step saya mulai belajar melupakan hal semacam itu, Saya pelahan bangkit sembari memulai belajar mempelajari ilmu agama agar suatu saat nanti tidak terjebak ke situasi yang sama. Mencari teman yang sama sama belajar agama untuk memotivasi diri supaya sama sama baik seperti mereka. Godaan kerap datang, bahkan saya ketika itu pernah dijauhi teman dengan alasan menolak teman yang bersangkutan. Ketika itu saya masih trauma dan panas nya membuka ruang hati.

Luka pun belum sempurna nya sembuh. Lalu saya curhat di sepertiga malam dengan-Nya  "Ya Allah apa yang harus ku lakukan, orang semakin banyak datang kepadaku tapi aku tak ingin mengulangi kejadian hal yang sama.cukup yang lalu saja jangan di ulang kan lagi.sungguh itu menyakitkan" dan selepas itu aku belajar belajar sendiri sembari mengingat disetiap langkah sambil berkata kepada diri sendiri "Tenang sin, Allah always with you. Everywhere, time,dll" 

Dan pada akhirnya saat ini saya sedang kuliah, tentu saya masih mendapatkan pertanyaan yang sama juga. Cuma sekarang hanya bisa menjawab santai saja hehe alhamdulillah efek udah besar juga,pikiran matang , lalu udah banyak ilmu-ilmu yang masuk juga yang membuat saya extra hati-hati dan lebih teliti lagi untuk kedepannya. Ketika ditanya orang, dengan santai saya menjawab "Bukannya saya tidak mau seperti itu , kini kita udah dewasa.membuat suatu keputusan dan perkataan lisanpun bukanlah perihal permainan. Saya maunya langsung,langsung saja kalau serius ayo,kalau enggak ya sudah" seketika orang si penanya diam kala itu. Karena kita sadar,kita sudah dewasa.menghabiskan waktu hanya dengan bermain itu percuma,mubazir waktu,kan kasihan.

Masa muda, kini yang seharusnya bisa digunakan untuk hal hal bermanfaat, jangan sampai terbuang karena memikirkan suatu hal yang belum tentu menjadi milik kita. Intinya perbanyaklah sabar, jalani aja dulu insya allah nanti pada akhirnya Allah bakal pertemukan dengan indah kok kalau selagi masih berada di Jalan-Nya. Ya sesungguhnya allah bersama orang orang yang sabar,your never alone. Yang masih sendiri, semangat ya jangan insecure liat keuwu uwuan orang lain.Dibalik keuwuan orang lain belum tentu indah kok. Lah kok belum tentu indah? Iya lah belum halal awokwkwk ehh. Semangat!!! Hehe itu aja sih cerita saya yang mungkin barangkali ada yang termotivasi , dan ada point yang bisa dipetik. 

"Belajarlah dari kesalahan, karena dari kesalahan tersebut kita akan mendapatkan pengalaman yang menjadi guru terbaik kita di masa yang akan datang"
 - Sintia Delvianti -


                                  Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraakatuh

Peran Pemerintah Dalam Menerapkan Kebijakan Moneter Sebagai Penyelamat Pemulihan Ekonomi Nasional Serta Majunya Perekonomian Syariah Dikala Pandemi Covid-19

  Oleh : Sintia Delvianti    Perekonomian Indonesia pada awal tahun 2020 tepatnya di bulan maret mengalami penurunan persentase pend...